Foto Penistaan Agama Beredar, FPI Akan Bentuk Tim Cyber Sendiri

17 September 2017 19:32
Foto Penistaan Agama Beredar di Sosial Media

MAKASSAR,INIKATA.com- Akhir – Akhir ini perkembangan teknologi informasi semakin hari tidak dapat dibendung lagi. Baru saja, grub akun sosial Facebook Laporan Warga Makassar, kembali digemparkan dengan foto dua orang pemuda yang mempraktekkan gerakan sholat dan dinilai oleh Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Selatan (Sulsel).

M A. Rachmand Juru biacara FPI Sulsel mengatakan, sejatinya perkembangan sosial media yang dewasa ini semakin tidak dapat dibendung lagi. Maka persoalan semacam ini harusnya menjadikan aparatur penegak hukum pekan terhadap hal yang dinilai melakukan penistaan terhadap agama dan semacamnya.

Melihat hal tersebut, kata Rachmand FPI sejatinya dalam waktu dekat ini akan mengambil inisiatif tersendiri apabila tidak adanya langkah nyata terhadap hal tersebut. Selain merangkul Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel untuk membentuk tim khusus (Cybernews) terhadap pemantauan sosial media.

“Kami akan musyawarahkan di internal FPI dlu, kemudian kita akan remukkan MUI Kota Makassar, untuk segera ambil langkah langkah hukum terkait dengan penistaan agama ini. Dan akan melakuakan pembentukan tim Cyber semacam itu,” kata Rachmand, Minggu, (17/9/2017).

Media sosial sendirinya nampak dimanfaatkan secara negatif oleh sekelompok orang yang tidak beragama kemungkinan mereka atheis (tidak percaya tuhan).

“Dengan memanfaatkan medsos sebagai ajang populer diri dan memanfaatkan  kelemahan hukum dan aparat hukum yang terkesan membiarkan, dan Nampaknya hal hal seperti ini tidak perlu lagi dia adukan seharusnya pihak aparat sudah harus mencari dan menangkap,” tambahnya.

Merespon hal – hal semacam ini, FPI Sulsel juga akan mendesak Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, untuk melakuakan tindakan cepat akan kejahatan dunia Maya tersebut.

“Kalau perlu kami desak team Cyber kepolisian untuk segera tangkap orang seperti ini tidaklah lagi tunggu lagi laporan masyarakat. Orang yang seperti ini jelas menistakan agama dan harus di proses hukum, sebab ini banyak kejadian yang ini hanya berakhir kata maaf dan di tolerir, ” paparnya.

Foto – foto dua orang pemuda yang sedang mempraktekkan gerakan sholat tersebut sempat menggemparkan sosial media facebook dan ramai dibicarakan oleh kelompok nitizen.

Kepala Bidang, (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas), Polisi Daerah (Polda) Sulsel, Komisaris Besar, Dicky Sondani menambahkan, telah melakukan upaya proses terhadap peredaran dua foto pemuda yang gampar di sosial media.

“Kami akan segera melakukan proses terhadap hal tersebut, Cyber Crime Polda Sulsel juga telah menelusuri foto tersebut,” jelas Dicky. (**)